Jumat, 29 Juli 2016

Ciri Wanita Bertaqwa

Ikunaku Ningsih

QS Ali Imran ayat 133 :
"Dan segeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang orang bertakwa."

Allah SWT menganjurkan manusia, laki laki & perempuan agar segera berbuat baik dan mendekatkan diri kepadaNya. Kemudian, Dia menjelaskan perihal surga yang disediakan untuk orang orang yang beriman dan bertakwa, baik laki laku maupun perempuan.

Dalam Musnad Imam Ahmad telah diriwayatkan bahwa Heraklius pernah mengirim surat kepada Nabi SAW yang isinya "Engkau telah mengajakku ke surga yang luasnya seluas langit dan bumi, laly dimana letak neraka?"
Nabi SAW menjawab "Mahasuci Allah, lalu dimana malam jika siang telah tiba?"
Maksudnya jika siang telah menutupi bumi di satu sisinya maka malam berada disisi lainnya. Demikian juga surga, berada ditempat yang paling tinggi diatas langit dan dibawah 'Arsy dan luasnya seluas langit dan bumi, sedangkan neraka berada ditempat paling bawah. Dengan demikian tidak ada pertentangan antara keluasan surga dan keberadaan neraka.

Selanjutnya Allah SWT menyebutkan sifat para penghuni surga yaitu orang yang MENAFKAHKAN HARTANYA pada waktu LAPANG atau SEMPIT, SUSAH atau SENANG, SUKA atau TERPAKSA, dan SEHAT atau SAKIT. Selain itu, jika marah mereka mampu menahannya dan memberikan maaf kepada orang yang berbuat jahat kepadanya.
Dari Abu Hurairah Ra, Nabi SAW bersabda, "Orang yang kuat itu bukanlah yang mampu berkelahi, melainkan yang dapat mengendalikan diri saat marah." (HR Ahmad)

Dari Atiyyah bin Sa'ad As-Sa di Ra, Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya marah itu dari setan dan sesungguhnya setan itu diciptakan dari api, dan api hanya dapat dipadamkan dengan aie. Oleh karena itu, jika salah seorang diantara kalian marah hendaklah ia berwudhu." (HR Ahmad)

Dalam kitab Al-Mystadrak, Al Hakim meriwayatkan dari Ubadah bin Samit dan Ubay bin Ka'ab, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang ingin dimuliakan tempat tinggalnya dan ditinggikan derajadnya hendaklah ia memberi maaf kepada orang yanf telah mendzoliminya, memberi orang yang tidak mau memberi kepadanya dan menyambung tali silaturahmi dengan orang yang memutusnya." (Ibnu Katsir, Tafsir Al Quranil Azim, jilid 1 , 1996:412)

Selasa, 26 Juli 2016

Pentingnya Tauhid bagi Muslimah

Ikunaku Ningsih

Apa itu Tauhid ?


Tauhid secara istilah syar’i adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya (Syarh Tsalatsatil Ushul, 39).
Para ulama membagi TAuhid menjadi 3 yaitu :
a.     Tauhid Rububiyah, yaitu memtauhidkan Allah dalam kejadian-kejadian yang hanya bisa dilakukan oleh Allah, serta menyatakan dengan tegas bahwa Allah Ta’ala adalah Rabb, Raja dan Pencipta semua makhluk dan Allah lah yang mengatur dan mengubah keadaan mereka (Al Jadia Syark Kitab Tauhid, 17)
Contoh :
Meyakini Allah yang mencipakan dan mengatur alam semesta. Meyakini bumi dan langit serta isinya diciptakan Allah. Allah yang memberikan rizqi, mendatangkan badai dan hujan. Allah yang menggerakkan bintang dll. Hal tersebut ada di dalam surat Al An’am : 1 dan Al Ankabut : 61.
b.      Tauhid Uluhiyah, yaitu mentauhidkan Allah dalam segala bentuk peribadahan baik yang zhahir maupun batin (Al Jadid Syark Kitab Tauhid, 17). Ada dalan Al Fatihah : 5.
Contoh :
Segala sesuatu yang telah diperintahkan Allah dan Rosul-Nya, segala sesuatu yang dijanjikan balasan kebaikan bila melakukannya seperti shalat,  puasa, bershodakoh, menyembelih kurban, termasuk berdoa, mencintai sesama umat, bertawakal, istighotsah dan isti’anah. Menyerahkan semua ibadah tersebut kepada Allah semata, tidak kepada yang lain. Ada di surat An Nahl : 36.
Tauhid uluhiyyah lebih ditekankan dan diutamakan.
c.       Tauhid Al Asma’was Sifat, yaitu mentauhidkan Allah Ta’ala dalam penetapan nama dan sifat Allah yaitu sesuai dengan yang Ia tetapkan bagi diriNya dalam Al Qur’an dan Hadist Rosul. Ada di surat Al A’raf : 180.
Contoh :
Meyakini Asmaul Husna.

Pentingnya mempelajari Tauhid
Banyak orang yang mengaku Islam namun jika ditanya apa itu tauhid, bagaimana tauhid yang benar maka sedikit orang yang bisa menjawabnya. Orang mengaku menyembah Allah, namun ia tidak mengenal Allah yang disembahnya.
Ia tidak tahu bagaimana sifat-sifat Allah, tidak tahu nama-nama Allah, tidak tahu apa hak-hak Allah yang wajib dipenuhi hambaNya. Yang akibatnya ia tidak mentauhidkan Allah dengan benar dan terjerumus dalam perbuatan syirik.
Wal’iyydzubillah.
Maka sangat penting dan urgent bagi setiap muslimah mempelajasi tauhid yang benar. Bahkan inilah ilmu yang paling utama.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata :
“Sesungguhnya ilmu tauhid adalah ilmu yang paling mulia dan paling agung kedudukannya. Setiap muslim wajib mempelajari, mengetahui dan memahami ilmu tersebut karena merupakan ilmu tentang Allah SWT tentang nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya dan hak-hak-Nya atas hamban-Nya. (Syark Ushulil Iman, 4) 

----
Yuk gabung di grup Facebook Inspirasi Muslimah (IM) di  https://www.facebook.com/groups/1805552556346286/

---
referensi : 

Rabu, 01 Juni 2016

Merintis Ikunaku.com part #1

Ikunaku Ningsih
Membangun website sendiri yang sesuai dengan apa yg diimpikan itu butuh banget waktu, apalagi yg budget & waktu yang terbatas macam saya.

Perlahan tapi pasti www.ikunaku.com menemukan titik terang sebagai web impian 2 tahun lalu. Iya 2 tahun lalu saya bermimpi bisa membuat web dg kerja keras sendiri tanpa perantara web developer yg mihil sampe jutaan biayanya. Cukup dengan beli domain pertahun dan blogspot gratisan... 

Trial error itu berbulan-bulan, mencoba memahami kode html dll dengan otodidak ...

Semua itu menyenangkan, lelah yang terbayarkan. cukup untuk sekarang, waktunya mengenalkan ke khalayak ramai apa itu www.ikunaku.com.

Dengan Ikunaku.com segala hal impian sebenarnya saya ada disana. Aspek program charity/amal tidak dapat dipisahkan darinya, progaram rintisan untuk membantu anak yatim kurang mampu yang memerlukan akses pendidikan yang lebih baik terutama mereka yang berprestasi.

Semoga dengan Ikunaku.com ini saya dan kita semua bisa menjadi bagian dalam membangun ummat ke arah yang lebih baik. Amin.

Salam,
Ningsih
CEO Ikunaku.com 

Selasa, 24 Mei 2016

Penghitungan, Penyetoran dan Pelaporan PPh Final UMKM

Ikunaku Ningsih


Besarnya PPh Final yang harus disetor oleh Wajib Pajak yang terutang PPh Final UMKM, adalah 1% dari peredaran bruto (omzet) setiap bulan untuk setiap kegiatan usaha. Misalnya, Tuan Abdullah, pemilik usaha restoran di kota A dan di kota B. Omzet bulan Juli 2013 untuk restoran di kota A Rp200.000.000,00, dan omzet restoran di kota B adalah Rp150.000.000,00. PPh terutang untuk restoran di kota A adalah 1% x Rp200 Juta = Rp2 Juta dan PPh terutang untuk restoran di kota B adalah 1% x Rp150 Juta = Rp1,5 Juta.
Atas PPh Final yang terutang setiap bulan untuk setiap tempat kegiatan usaha tersebut Wajib Pajak harus menyetorkannya ke kas negara. Pembayaran atau penyetoran dilakukan di bank persepsi atau kantor pos dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP). Penyetoran dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Jadi, Tuan Abdullah harus menyetor PPh Final Rp2 Juta dan Rp1,5 Juta paling lambat tanggal 15 Agustus 2013.
Pembayaran Rp2 Juta dilakukan menggunakan kode KPP A (misal wilayah kerja KPP A adalah kota A).  Pembayaran Rp1,5 Juta dilakukan menggunakan kode KPP B (misal wilayah kerja KPP B adalah kota B). Untuk pengisian kode akun pajak dan kode jenis setoran adalah 411128 (kode akun pajak) dan 420 (kode jenis setoran).
Wajib Pajak kemudian harus melakukan pelaporan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. Jadi Tuan Abdullah harus melaporkan pembayaran Rp2 Juta dan Rp1,5 Juta ke KPP A dan KPP B pada tanggal 20 Agustus 2013. Namun demikian, Wajib Pajak telah dianggap melaporkan atau menyampaikan SPT Masa, sesuai dengan tanggal validasi NTPN yang tercantum pada SPT Masa. Jadi, Tuan Abdullah, sebenarnya sudah dianggap melaporkan pada tanggal 15 Agustus 2013 kalau Tuan Abdullah melakukan pembayaran tanggal 15 Agustus 2013, di mana dalam SSP tercantum validasi NTPN. sumber : http://spt-pajak.com/


Cara Mengurus Pajak Bagi Usaha Kecil Menengah

Ikunaku Ningsih

Usaha Kecil Menengah bisa disebut UMKM, yang sebenarnya adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. UMKM diatur berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil,dan Menengah (UU UMKM).

Berdasarkan UU UMKM, yang disebut Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah adalah yang memenuhi kriteria berikut:
1. Usaha Mikro memiliki aset maksimal Rp 50 Juta (di luar tanah dan bangunan) dan omset maksimal Rp 300 juta per tahun;
2. Usaha Kecil memiliki aset > Rp 50 juta – Rp 500 juta dan omset > Rp 300 juta – Rp 2,5 miliar per tahun;
3. Usaha Menengah memiliki aset > Rp 500 juta – Rp 10 miliar dan omset > Rp 2,5 miliar – Rp 50 miliar per tahun.

Secara hukum, setiap pengusaha yang telah memiliki omset dan keuntungan yang cukup wajib membayarkan pajak. Apabila suatu bentuk usaha telah memiliki badan hukum, seperti koperasi, CV, ataupun PT, wajib mengurus segala bentuk pajak yang terkait dengan usaha badan hukum tersebut.
Nah untuk mengurus pajaknya, pemilik UKM membawa saja berkas legalitas hukum seperti akta pendirian perusahaan, surat keputusan menteri hukum dan HAM, TDP, SIUP, domisili perusahaan ke kantor pajak setempat dimana lokasi domisili perusahaan berada. Kantor pajak akan membuatkan Nomor Pokok Wajib Pajak, dan surat Pengusaha Wajib Pajak. Dari situlah kemudian UMKM dapat melaporkan pendapatannya ke kantor pajak untuk dikenakan pajak.

Diberdayakan oleh Blogger.

Subscribe to Get Special Offer

Newsletter

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner